Kamis, 26 Juni 2014

Natural VITURA

0 komentar



NATURAL VITURA
Pupuk Organik Nasa menghadirkan produk NATURAL VITURA yang mempunyai  spesifikasi / khusus Ulat grayak (spodoptera litura) pada tanaman Cabai,Kedelai,Kacang-kacangan,Kubis, Dan sayuran lainnya,serta tembakau.

Keunggulan  Organik Nasa ( Natural Vitura ) :
  1. Mempunyai efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak (spodoptera litura)
  2. Tidak mengganggu musuh alami lain
  3. Mudah menyebar
  4. Aman bagi manusia,hewan dan lingkungan
  5. Mendukung pertanian berkelanjutan


Gambaran cara kerja natural vitura
Peringatan :

  • jangan dicampur dengan pestisida kimia
  • Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung

Sabtu, 21 Juni 2014

Natural VIREXI

0 komentar



Pupuk Organik Nasa yang berupa pestisida organik ( Natural Virexi ) dapat membantu petani untuk membasmi ulat grayak ( ulat tentara ) Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah,bawang daun dan bawang putih.
Keunggulan organik natural ( Natural Virexi ) :
  • Mempunyai efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( spodoptera exigua ).
  • Tidak mengganggu musuh alami lain.
  • Mudah menyebar.
  • Aman bagi manusia,hewan dan lingkungan.
  • mendukung pertanian berkelanjutan.

CIRI ULAT GRAYAK :
  • Ulat muda berwarna hijau.
  • Ulat dewasa ( S. exigua hijau tua dan S. litura coklat kehitaman ).
  • Terdapat garis hitam melingkar pada ruas perut pertama ( S.exigua samar dan S. litura jelas ).
  • Terdapat garis kuning / putih memanjang sepanjang tubuh.
  • Terdapat bulatan/bulan sabit hitam pada bagian kiri dan kanan perut sepanjang tubuh
MENGAPA VIREXI :

  • Efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua ).
  • Tidak mengganggu musuh alami lain.
  • Mudah menyebar.
  • Aman bagi manusia, hewan dan lingkungan.
  • Mendukung pertanian berkelanjutan
SASARAN
Spesifik/khusus Ulat grayak ( ulat tentara ) Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah, Bawang Daun, dan Bawang putih.

Peringatan :
  • jangan dicampur dengan pestisida kimia.
  • Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung.

Selasa, 17 Juni 2014

Natural PENTANA

0 komentar



PENTANA dapat digunakan untuk mengendalikan hama Kutu-kutuan, Kutu Kebul, Kutu Putih, Thrips sp, Aphis sp dan Ulat. Natural PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami. Keunggulan dari PENTANA, merupakan pengendali hama organik, mengendalikan hama sasaran secara cepat, mudah diaplikasikan di lapangan, tidak membunuh musuh alami, tidak mencemari lingkungan, mudah terurai (biodegradable).

6 KEUNGGULAN NATURAL PENTANA
  1. Merupakan pengendali hama organik.
  2. Mengendalikan hama sasaran secara cepat
  3. Mudah diaplikasikan di lapangan
  4. Tidak membunuh musuh alami
  5. Tidak mencemari lingkungan
  6. Mudah terurai (biodegradable)

ATURAN CARA PAKAI

Campurkan 15-45 cc Pentana dan Aero810 dan sedikit air dalam wadah, Aduk rata lalu tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh lalu semprotkan tepat mengenai hama sasaran pada sore hari.

HAMA SASARAN UTAMA

Nama
Dosis
Komoditi
Thrips sp
Aphis sp
1-3 cc/lt
1-3 cc/lt
Cabai, Terong, Tanaman hias, Kacang panjang, Tomat, Jeruk, jagung, Semangka, Melon,dll

Nama
Dosis
komoditi
Kutu-kutuan ( kutu kebul, Kutu putih, dll)
1-3 cc/lt
1-3 cc/lt
Cabai, Tomat, Kacang-kacangan, Semangka, Terong, Teh, Jeruk, Mangga, dll




Natural Pentana merupakan salah satu alternatif pengendali hama yang Efektif - Efisien - Ramah Lingkungan yang dibuat dari beberapa saripati tumbuhan khusus dengan proses yang alami.

Hubungi Distributor Produk Nasa dan Pupuk Organik Nasa
Phone / sms 089619492773
Whatsap 085643490180
Pin BlackBerry 74901382




Artikel terkait 







Sabtu, 14 Juni 2014

Natural BVR

0 komentar


Natural BVR merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural BVR efektif dan efisien terhadap hama sasaran, tidak mematikan musuh alami, selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, mendukung program pertanian berkelanjutan.
Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam. BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.
HAMA SASARAN BVR
  • Hama wereng, walang sangit, kutu-kutuan, ulat kubis

CARA KERJA BVR
  • jamur Beuvaria Bassiana masuk ke dalam bagian tanaman, jika termakan oleh hama, jamur akan mengeluarkan enzim khitinase, protease, dan lipase yang merusak saluran pencernaan hama dan menembus seluruh tubuh hama sehingga hama mati perlahan. Hama yang terinfeksi jamur BVR bisa menularkan jamur BVR kepada hama yang lain.
CARA PEMAKAIAN BVR
  • Campurkan per tangki + Natural BVR 30 gr + ½ tutup AERO 810. Semprot pada sore hari. Penyemprotan boleh dicampur POC NASA + Hormonik. Tidak boleh dicampur pestisida kimia.


Jumat, 13 Juni 2014

Natural GLIO

0 komentar




Natural GLIO adalah pestisida alami pencegah hama dan penyakit tanaman yang berasal dari dalam tanah. Seperti kita ketahui, musuh utama tanaman budidaya adalah hama dan penyakit. Hama dan penyakit tersebut banyak yang berasal dari tanah. Sanitasi lahan yang tidak baik akan menyebabkan jamur menjadi hama no 1 yang dapat menyerang tanaman. Dengan pemberian Natural GLIO, serangan hama dan penyakit yang berasal dari tanah dapat di cegah dan di tanggulangi. Sebagai pestisida alami, cara kerja Natural GLIO sangat sederhana. Yaitu dengan cara pembentukan antibiotik yang dapat  menghambat dan memusnahkan organisme yang bersifat pathogen bagi tanaman. Antibiotik itu sendiri di produksi oleh organisme yang menjadi bahan aktif natural GLIO, dalam hal ini adalah Gliocladium sp atau Trichoderma sp

Natural GLIO MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO 1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
3. Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
5. Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

SASARANCabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit

Fungsi/sasaran utama :
  • Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
  • Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)
Fungsi/sasaran lainnya :
  • Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
  • Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)

Catatan : - GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
- GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah

MEKANISME KERJA GLIO GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

PETUNJUK PENGGUNAAN 

  1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 - 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
  2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari

PERINGATAN
1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
2. Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 - 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung


Baca artikel yang lain

Senin, 09 Juni 2014

PESTISIDA ORGANIK PESTONA

1 komentar




PESTONA merupakan formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan, hortikultura dan tahunan, hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif : Azadirachtin, Alkaloid, Ricin (asam ricin), Polifenol, Eugenol, Sitral, Nikotin, Annonain dll. Kandungan lain : Atsiri Oil, Eucalyptus Oil, Solvent Extraction.

PESTONA dibuat dari bahan alami, maka PESTONA bersifat : mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan, relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman, tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi. 

PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik.

PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.
PESTONA termasuk formula pengendali organik bagi beberapa hama penting pada tanaman pangan, hortikultura dan tahunan, hasil ekstraksi dari berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif :
1. Azadirachtin, Alkaloid, Ricin (asam ricin), Polifenol, Eugenol, Sitral, Nikotin, Annonain dll.
2. Kandungan lain : Atsiri Oil, Eucalyptus Oil, Solvent Extraction

PESTONA dibuat dari bahan alami, maka PESTONA bersifat
1. Mudah terurai dialam sehingga tidak mencemari lingkungan
2. Relatif aman bagi manusia, hewan piaraan, serta musuh alami hama tanaman.
3. Tanaman/buah bebas residu kimia dan aman dikonsumsi.

MEKANISME KERJA :

PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.

SASARAN :

wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dll.

ATURAN PAKAI :

Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki). Aduk sampai merata. Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim. Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

layanan konsultasi / order :

pin BBm : 74901382

telp / sms : 089619492773 / 085643490180
 
© 2013 PRODUK PT. NATURAL NUSANTARA | Designed by Making Different | Provided by All Tech Buzz | Powered by Blogger